HP Terinstal Al-Quran Dibawa Masuk Toilet, Bolehkah?

Sebagai seorang Muslim kita sudah semestinya untuk menjaga Al-Qur’anul Karim, karena Allah Subhanahu wata’ala menjaganya, maka dari itu kitapun sebagai ummat Islam wajib untuk selalu menjaganya, baik menjaga dalam segi fisik maupun dari segi makna.
Menjaga dalam segi makna yaitu kita menjaga keaslian bacaan Al Qur’an sesuai dengan yang dicontohkan oleh Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wasallam, mulai dari membaca dengan benar (sesuai dengan tajwid), menghafal, mengerjakan ajaran-ajarannya, dan juga menyampaikan atau mengajarkan kepada orang lain.

Sedangkan Menjaga dari segi fisik yaitu kita menjaga kesucian kitabulloh dengan menjaga fisik Mushaf Al-Qur’an, jangan sampai meletakkan Al-Qu’an ditempat-tempat yang kotor atau yang tidak sewajarnya seperti di lantai, toilet, dll. untuk menjaga kehormatan Al-Qur’an.
Sehubungan dengan hal tersebut sering ada pertanyaan dewasa ini, seiring dengan perkembangan teknologi, tulisan ayat-ayat Al Qur’an sudah banyak kita jumpai diberbagai alat elektronik seperti HP, Tablet dan sejenisnya.
Yang sering tejadi pertanyaan adalah apa hukumnya kalau didalam HP kita terdapat mushaf (ayat-ayat Al Qur’an 30 Juz) dan kita menaruhnya disaku belakang celana atau kita bawa ke toilet?
Para Ulama berpendapat bahwa memasukkan ayat-ayat Al-Qur’an kedalam Hp dan sejenisnya hukumnya diperbolehkan dengan syarat dengan Rosm Utsmani.
Sedangkan membawanya dengan meletakkan disaku tidak masalah asalkan tetap terjaga. Sedangkan membawa disaku celana bagian belakang para Ulama berpendapat seyogyanya tidak dilakukan, dan sebagian Ulama mengatakan makruh. Dan bahkan ulama memakruhkan menjadikan mushaf sebagai bantal.
Dewan Risen Ilmu dan Fatwa (al-Lajnah ad-Daimah lil Buhuts al-Ilmiyah wal Ifta’) menjawab pertanyaan tentang seseorang membawa HP ke toilet yang didalamnya terdapat mushaf?
Sebenarnya membawa HP (yang terdapat Mushaf didalamnya) di saku boleh, yang tidak diperbolehkan membawa mushaf ke dalam toilet, seyogyanya mushaf diletakkan ditempat yang aman dan suci, untuk menghormati kitabulloh, tetapi kalau nantiya diletakkan diluar dikhawatirkan hilang maka boleh dibawa ke toilet karena darurat.
Imam Nawawi berkata: “Ulama sepakat bahwa menjaga dan menghormati Al Qur’an adalah wajib”, begitu juga para Ulama yang lain berkata: “seyogyanya umat Islam menjaga Al Qur’an agar tidak dijadikan sebagai bantal, dan bahkan menjadikan kitab-kitab selain Al-Qur’an sebagai bantal haram hukumnya” (At-Tibyan fii hamalatil Qur’an (128), Al Burhan fii ‘Ulumil Qur’an (1/478))
Ibn Muflih Rahimahulloh berkata: “menjadikan mushaf untuk bantal hukumnya makruh”. Bakr bin Muhammad berkata bahwa dirinya tidak suka kepada Abu Abdulloh yang menjadikan Mushaf berada dibawah kepalanya dan tidur diatasnya. Al Qodhi  berkata: “hal itu tidak disukai karena mengandung penghinaan dan mengurangi kemuliaan Al-Qur’an, dan mejadikan AL-Qur’an seperti benda-benda yang lain”.
Dan ada sebagian Ulama yang mengatakan bahwa membawa HP yang terdapat Mushaf ke dalam toilet tidak mengapa,asalkan waktu didalam tidak membuka sofware Al Quran atau menyalakan dalam bentuk suara, dan HP bukanlah mushaf yang dimaksudkan, dan orang menyebutnya itu HP bukan Mushaf. Sedangkan yang dilarang membawanya kedalam toilet adalah Mushaf bukan HP.
Perumpamaan yang mudah kita pahami adalah, HP yang kita punya itu cara bekerjanya mirip sekali dengan otak kita. Ketahuilah bahwa isi otak kita ini bisa saja terdapat data-data Al-Quran, baik berupa memori tulisan atau pun suara. Seorang penghafal Quran misalnya, di dalam kepalanya ada ribuan memori ayat Al-Quran.
Apakkah seorang penghafal Al-Quran diharamkan masuk ke dalam toilet, dengan alasan bahwa di dalam kepalanya ada data-data digital Al-Quran? Lalu apakah kepalanya harus dilepas dulu untuk masuk toilet? Ataukah dia cukup menon-aktifkan saja ingatannya dari Al-Quran untuk sementara?
Nampaknya yang paling masuk akal adalah dia tidak mengaktifkan hafalan Qurannya sementara, baik dalam bentuk suara atau tulisan. Ketika memori data Al-Quran di dalam otaknya dinon-aktifkan sementara, maka pada dasarnya tidak ada larangan untuk masuk toilet.
Demikian juga dengan HP milik kita. Meski ada memori data digital 30 juz baik teks atau pun sound, bahkan mungkin video, selama tidak diaktifkan tentu saja tidak jadi masalah. Yang haram adalah sambil nongkrong di toilet kita pasang HP bersuara tilawah Al-Quran. Jelas itu haram dan harus dihindari.
Untuk mengambil jalan tengahnya mari kita jaga Al-Qur’an baik berupa Mushaf maupun yang terdapat di alat-alat elektronik dengan meletakkan pada tempat-tempat yang layak dan suci. Wallahu’alam Bish showab (by: Setyawan ‘17)

0 Response to "HP Terinstal Al-Quran Dibawa Masuk Toilet, Bolehkah?"

Posting Komentar

Keluarga NH

Tanya Jawab