Balasan Perbuatan Baik & Buruk Manusia

“Barangsiapa membawa amal yang baik, Maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan Barangsiapa yang membawa perbuatan jahat Maka Dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan). (Al An’am: 160) Dalam hadits qudsi, Ibnu Abbas ra. meriwayatkan dari Rasulullah SAW dari apa yg beliau riwayatkan dari Allah SWT, “Sesungguhnya, Allah Azza wa Jalla telah menetapkan kebaikan dan keburukan kemudian menjelaskannya.
Barangsiapa yg berkeinginan untuk berbuat kebaikan, kemudian dia tidak melakukannya, Allah mencatat baginya satu kebaikan yg sempurna. Jika dia berkeinginan melakukan kebaikan, kemudian ia melakukannya, Allah mencatat untuknya 10-700 kali lipat kebaikan sampai tidak terhingga. Jika dia berkeinginan unt melakukan kejelekan, kemudian dia tidak mengamalkannya, Allah mencatat baginya satu kebaikan yg sempurna. Jika dia berkeinginan melakukannya (kejelekan), kemudian dia melakukannya, Allah mencatat baginya satu kejelekan”. (HR. Bukhary & Muslim) Dari Abu Hurairah ra, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Allah Ta’ala berfirman (kepada malaikat pencatat amal), bila hambaKu berniat melakukan perbuatan jelek, maka janganlah kalian catat sebagai amalnya (amal jelek). Jika dia telah mengerjakannya, maka catatlah sebagai satu keburukan. Dan bila hambaKu berniat melakukan perbuatan baik, lalu tidak jadi melaksanakannya, maka catatlah sebagai satu kebaikan. Jika ia mengamalkannya, maka catatlah kebaikan itu sepuluh kali lipat”. (HR. Muslim 183) Rasululloh Sallallohu’alaihi wa sallam bersabda: “Ada tiga golongan seseorang dalam menghadiri shalat Jum’at, yaitu; seseorang menghadiri shalat Jum’at sambil bicara, maka bicaranya itulah yg menjadi bagiannya, seseorang yg menghadiri shalat jum’at sambil memanjatkan do’a maka itulah orang yg benar-benar memanjatkan do’a kepada Allah ‘azza wajalla, Kalau Dia menghendaki, maka akan di kabulkan atau jika Dia menghendaki maka Dia akan menahannya. Dan orang yg menghadiri shalat Jum’at dgn sikap diam & tenang, tak melangkahi pundak orang lain & tak pula menyakiti seorang pun, maka jum’atnya menjadi penebus dosanya hingga jum’at berikutnya, di tambah tiga hari, yg demikian itu karena Allah ‘azza wajalla berfirman: Barangsiapa melakukan amal kebaikan, maka baginya sepuluh kali lipat. QS Al An’am; 160. [HR. Abudaud No.939]. Imam Ibnu Katsir berkata: seseorang yang berniat melakukan keburukan kemudian dia tidak jadi melakukan keburukan tersebut, ada tiga macam: Pertama: dia meninggalkan kerena Allah, maka baginya tertulis kebaikan untuknya. Sebagaimana yang terdapat dalam hadits shohih: sesungguhnya mereka meninggalkan karena mereka takut kepada-Ku (karena-Ku)”. Kedua: mereka meninggalkan karena lupa, pingsan (tidak sadar) dari apa yang mereka niatkan, maka mereka tidak tertulis baginya kebaikan dan tidak juga keburukan, karena mereka tidak melakukan kebaikan maupun keburukan. Ketiga: mereka meninggalkannya karena lemah atau tidak mampu atau malas untuk melakukannya. Setelah mereka berusaha untuk melkukannya. Maka baginya keburukan / balasan dari apa yang telah mereka lakukan tersebut, (setara dengan melakukan keburukan). Sebagaimana yan telah diterangkan dalam hadits Rasululloh: “Bila dua orang muslim berhadapan dgn pedang, pembunuh dan yg terbunuh ada dineraka. Aku berkata: Atau dikatakan: Wahai Rasulullah, ia yg membunuh (pantas masuk neraka), lalu bagaimana dgn yg terbunuh? Beliau menjawab: Sesungguhnya ia ingin membunuh kawannya.(sudah berniat buruk yaitu ingin membunuh saudaranya karena dendam, dan telah melakukan upaya untuk melakukannya) [HR. Muslim No.5139].” ((by: Setytik ’17))

0 Response to "Balasan Perbuatan Baik & Buruk Manusia"

Posting Komentar

Keluarga NH

Tanya Jawab